Malam yang dingin seakan menyerap rindu yang tak berbatas
Di depan teh hangat dan asap rokok kerinduan membakar bara-bara penyesalan
Meja dan tempat duduk melengkapi rindu yang sebatas diam lalu berkhayal
Gemerlap lampu dan kaca menghangatkan suasana yang tanpamu malam bukanlah sebuah keindahan
Ku seruput teh lalu ku hisap rokok seolah terbayar rinduku
Namun apalah daya, kamu hanyalah sebuah bayangan semu yang menyelinap lalu hilang tak berbentuk
Begitulah kamu dalam malam candu ini,
Datang dengan pantas
Lalu pergi tak berbekas
- MS -
Mahdani Cafe